Kamis, 25 April 2019

Metode Mudah Dalam Menerima Materi Saat di Perkuliahan


Metro (25/04/2019)
Aku ingin sedikit bercerita mengenai salah satu metode pembelajaran selama di semester 4 ini khususnya di perguruan tinggi yang ada di Lampung.

Di Zaman millenial sekarang banyak mahasiswa/i mulai tergerus dengan yang namanya Gedget, baik itu bermain game,aplikasi yang unfaedah dan lain-lain , ya... Walaupun tidak semua mahasiswa/i seperti itu.

Di Zaman yang serba mudah ini harusnya mahasiswa lebih semangat lagi dalam belajar,karena semua sudah ada di Gedget yang telah dimiliki. Namun, kenyataannya tidak...

Mahasiswa/i saat ini lebih cenderung ke game,daripada mencari cara bagaimana sih caranya agar lebih semangat dalam belajar, ya tau lah penyakit mahasiswa/i itu malas.

Aku bingung sama malas
Kenapa sih kok suka banget deket-deket sama kita(mahasiswa/i),dan lebih parahnya lagi sampai saat ini obat malas itu gak ada, emmm.

Baik, langsung ke metode aja lah yah
Ntar temen-temen pada bosen lagi denger cerita gajelas aku,hehehe

Berbicara mengenai metode pembelajaran, banyak dosen yang memiliki metodenya masing-masing saat menyampaikan materinya, salah satunya adalah Bu Siti Zulaikha selaku dosen pengampu Mata Kuliah Fiqih Zakat.

Dan perlu kalian tahu, Bu Siti Zulaikha tuh pembimbing akademik aku loh😊

Banyak sekali metode yang diberikan oleh Bu Siti Zulaikha dalam silabus yang di share ke kelas ku yaitu kelas B. Salah satunya adalah metode debat.

Metode ini sangat aku sukai, karena ini memicu aku dan temen-temen untuk berlatih untuk berbicara.
Tapi bukan cuma omong kosong yah...
Melainkan harus melampirkan referensi atau teori yang jelas baik itu dari buku ataupun dari jurnal.


Saat pemakalah memberikan kesempatan kepada kami selaku audien untuk di bagi kelompok pro dan kontra. Disitulah aku dan kelompok ku untuk menyiapkan senjata.
Hah .... Senjata.😅 Udah kayak mau perang aja.

Benar apa yang aku kira semua kelompok berantusias serta semangat untuk ikut berbicara saling mengeluarkan argumen masing-masing serta mempertahankan argumennya.
Seiring berjalannya pembelajaran ssampai saat ini semua temen-temen ku faham tentang materi Fiqih Zakat, karena metodenya yang asyik dan menyenangkan serta memberikan rangsangan untuk berani berbicara. Karena sebelum kita belajar di depan umum, kita harus dapat berlatih berbicara di hadapan temen-temen kelas dahulu.

Aku mengharapkan metode-metode yang telah di berikan dosen untuk di laksanakan karena demi kepintaran kita sendiri.

Dan aku ingat pesan bu Putri Swastika, "bahwa  pintar itu hanya 10% dan sisanya adalah Akhlak atau sikap 90%. Jika kita berakhlak walupun tidak terlalu pintar insyaallah akan sukses, namun jika kita pintar tetapi tidak memiliki akhlak saya yakin tidak akan sukses."

Jadinya aku akan selalu menjaga Akhlak dan sikap aku baik itu teman sebaya dan yang lebih tua dari aku.


-Riduan

1 komentar: